12
Des
08

Kisah Ayah dan Anak

Seorang Bapak pulang ke rumah dalam keadaan letih disambut oleh anak lelakinya yang berusia 7 tahun dimuka pintu.
Anak: Ayah, boleh nggak Amin bertanya?
Ayah: “Ya…Mau tanya apa?”
Anak: “Berapa pendapatan ayah sejam?”
Ayah: “Itu bukan urusan kamu, buat apa kamu sibuk tanya?” si ayah mulai marah karena merasa lelah.
Anak: “Amin tidak tahu ayah. Tolonglah beritahu berapa ayah dapat sejam bekerja di kantor?” si anak mulai merayu.
Ayah: “Rp 10.000 sejam, memang kenapa?”
Anak: “Oh…” si anak menjawab sambil tunduk ke bawah. Kemudian memandang wajah ayahnya sambil bertanya, “Ayah….boleh nggak Amin pinjam Rp 5000 dari ayah?”.
Si Ayah mulai menjadi berang dan berkata, ” oh, itu sebabnya kamu tanya berapa pendapatan ayah, untuk apa uang sebanyak 5000 ? mau beli barang mainan lagi? Jangan mubazir. Ayah kerja capek-capek bukan untuk buang duit sembarangan. Sekarang pergi balik ke kamar dan tidur, dah lewat jam tidur nih…”
Anak 7 tahun itu terdiam dan perlahan-lahan melangkah kembali ke kamar tidurnya.
Si ayah duduk di atas sofa dan mulai memikirkan mengapa anaknya yg sekecil itu memerlukan duit sebanyak itu.
Kira-kira dua jam kemudian si ayah kembali tenang dan berpikir kemungkinan anaknya benar-benar memerlukan uang untuk keperluan di sekolahnya, karena anaknya tidak pernah meminta uang sebanyak itu sebelumnya.
Dengan perasaan bersalah si ayah melangkah menuju kamar anaknya dan membuka pintu. Didapati anaknya masih belum tidur.
“Kalau kamu betul-betul perlu uang, ambillah Rp 5000 ini”,
kata si ayah.
Amin segera bangun dan tersenyum girang. “Terima kasih banyak ayah”, katanya begitu gembira. Kemudian dia mencari-cari sesuatu di bawah bantalnya dan mengeluarkan selembar lima ribuan yg sudah kusut.
Saat di lihat uang itu oleh ayahnya, si ayah kembali marah. “kenapa kamu minta duit lagi sedangkan kamu sudah ada uang sebanyak itu? Dan dari mana kamu dapat uang di bawah bantal itu?” bentak si ayah.
Si anak tunduk tidak berani menatap wajah ayahnya. “uang ini Amin kumpul dari uang jajan sekolah yang ayah beri tiap hari. Amin minta lagi 5 ribu dari ayah sebab uang yang Amin ada sekarang tidak cukup”, jawab si anak perlahan.
“Tak cukup untuk beli apa??”, si ayah bertanya balik.
“Ayah, sekarang Amin sudah punya 10 ribu. Ayah ambil uang ini. Amin mau beli sejam waktu dari masa kerja ayah. Amin ingin, ayah pulang kerja lebih awal besok. Amin rindu mau makan malam bersama ayah. “, jawab si anak tanpa berani memandang wajah
ayahnya. Terdiam dan hanya merasakan air bening jatuh dari matanya.

Moral:
Kerja keras memang perlu , tapi berilah perhatian yang cukup buat anak/keluarga di rumah…


0 Responses to “Kisah Ayah dan Anak”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 303,237 pengunjung

Kategori

http://www.4shared.com/folder/oqQSrcaJ/_online.html

berdoalah terus sampai sesuatu/mujizat terjadi

jadilah orang benar, jadilah menurut kehendakmu sesuai dengan imanmu

THANK YOU LORD FOR ALL YOU’VE GIVEN TO ME, Thank you Lord FOR ALL THE BLESSING THAT I CANNOT SEE

Thx sudah mampir.. :)..Gbu..


%d blogger menyukai ini: