03
Jan
08

Kisah Tiga Pohon

>> Alkisah ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian masing-masing.
>> Pohon pertama berkata : “ Kelak aku ingin jadi peti harta karun. Aku ingin diisi dengan emas, perak, dan berbagai batu permata dan semua orang mengagumi keindahannya.”
>> Kemudian pohon kedua berkata : “ Suatu hari kelak aku akan menjadi kapal besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman dekat dengan aku. “
>> Akhirnya pohon ketiga berkata, “ Aku akan tumbuh menjadi pohon yang tinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk mencapai surga dan Tuhan. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang akan mengingatku. “
>> Setelah beberapa tahun berdoa agar impiannya menjadi terkabul, sekelompok penebang kayu dan menebang ketiga pohon itu.
>> Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tapi doanya tidak menjadi kenyataan karena si tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan dan diisi jerami.
>> Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan kecil. Impiannya menjadi kapal besar dan mengangkut raja-raja besar berakhir.
>> Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap.
>> Tahun demi tahun berlalu, dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya.
>> Kemudian suatu hari, sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkannya bayinya di atas tumpukan jerami di kotak makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang datang menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya diletakkan harta terbesar sepanjang masa.
>> Bertahun-tahun kemudian, sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berpikir ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata : “ Diam ! Tenanglah ! “. Dan badai pun berhenti. Ketika itu, tahulah dia, bahwa ia mengangkut Raja diatas segala raja.
>> Akhirnya seseorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara lelaki yang memikulnya diejek oleh orang-orang. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu itu dan mati dan di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekatnya dengan Tuhan, karena Yesus disalibkan padanya.

>> Ketika keadaan tidak seperti yang kau inginkan, ketahuilah Tuhan memiliki rencana untukmu. Jika engkau percaya pada-Nya, Ia akan memberikan berkat-berkat besar. Ketiga pohon itu mendapatkan apa yang mereka impikan, tapi tidak dengan cara seperti yang mereka bayangkan.


2 Responses to “Kisah Tiga Pohon”


  1. 1 Poppy
    Oktober 17, 2008 pukul 4:52 am

    Hm… bnr2 mnyentuh. Tkadang qta mrasa tak sanggup dg beban hdup ini tp sbnrx d saat inilh BAPA sdg mpersiapkn qt jd pribadi yg d inginkan BAPA. Tugas qta hy sll sabar+setia coz brkatNya sll ada bwt anak2Nya. Amin!

  2. 2 DETY
    Juni 16, 2009 pukul 11:16 am

    saya setuju.kadang kita merasakita yang paling tau dengan hidup kita,dan meminta yang muluk-muluk, tapi Tuhan melihat permintaan kita dan berkata:anakKu engkau tidak tau apa yang kamu minta…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 303,502 pengunjung

Kategori

http://www.4shared.com/folder/oqQSrcaJ/_online.html

berdoalah terus sampai sesuatu/mujizat terjadi

jadilah orang benar, jadilah menurut kehendakmu sesuai dengan imanmu

THANK YOU LORD FOR ALL YOU’VE GIVEN TO ME, Thank you Lord FOR ALL THE BLESSING THAT I CANNOT SEE

Thx sudah mampir.. :)..Gbu..


%d blogger menyukai ini: