17
Feb
09

Kisah Suami Istri

Kisah Suami Istri Tidak Jadi Bercerai

Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.
Hari-hari selanjutnya berlalu demikian sederhana seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak. Saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri.
Perkawinan kami kelihatan bahagia.
Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka. Dewi hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dewi yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya.
Dewi berkata , “Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis.”
Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, “Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis.”
Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, “Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?. Aku ada sedikit urusan dikantor” Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.
Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, “Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan? ” Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius. Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sekali lagi, Dewi berkata padaku,” He Tonny, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama.” Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi.

Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,” Ada sesuatu yang harus kukatakan”
Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir.
“Aku ingin bercerai”, ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut,”kenapa? ” “Aku serius.”
Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah.
Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,”Kamu bukan laki-laki!”.
Pada malam itu, kami tidur saling membisu. Ia sedang menangis.
Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dewi.

Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku.
Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian..
Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku.
Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku.
Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran.
Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis.
Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana:
Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.

Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya,” He Tonny, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?”

Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku.
Aku mengangguk dan mengiyakan. “Kamu membopongku dilenganmu”, katanya, “Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu.”

Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dewi soal syarat-syarat perceraian dari istriku.
Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. “Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,” ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,”Wah, papa membopong mama, mesra sekali” Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku.
Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut,” Mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita.”
Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu.
Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, “Kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana .”

Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku. Bayangan Dew menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.

Aku tidak memberitahu Dewl tentang ini.
Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat.
Aku berkata padanya, “Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang”

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok.
Lalu ia melihat,”Semua pakaianku kebesaran”.
Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit.

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut.
“Pa, sudah waktunya membopong mama keluar”
Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir.
Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras.
Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah.
Ia berkata, “Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua”.
Aku memeluknya dengan kuat dan berkata “Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra”.
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.

Dewi membuka pintu. Aku berkata padanya,” Maaf Dewi, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius”. Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku.
“Kamu tidak demam ??”.
Kutepiskan tangannya dari dahiku “Maaf, Dewi, Aku cuma bisa bilang maaf padamu, Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu”
Dewi tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak.
Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.
Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
Aku tersenyum, dan menulis ” Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua…”

About these ads

35 Responses to “Kisah Suami Istri”


  1. 1 cece
    Mei 15, 2009 pukul 4:21 pm

    romantis banget

  2. 2 mylin
    Oktober 2, 2009 pukul 5:30 pm

    hickh … hickh… sedih tp so sweet….
    mau dunk cerita seperti itu lg….

  3. 3 Wan
    Februari 23, 2010 pukul 7:17 pm

    Wa seorang suami. Da di karunia 2 anak laki yang lucu. Tingkah laku aq di luaran agak badung. Tapi dengan baca cerita ini. Wa mau tobat. Suer. Hidup ini hanya sementara. Bertobatlah.

  4. 4 jay
    Maret 6, 2010 pukul 11:27 am

    banyak berkat dibalik cerita ini.. dan berhikmatlah.

  5. 5 wawan
    Maret 29, 2010 pukul 2:19 pm

    jujur aku nggak pakai bopong-bopongan biasa aza, dan aku belum mau cerai, tp aku sering bertengkar ama istri.. mudah-mudahan cerita ini menjadi inspirasi hidup aku “bersama sampai tua”.

  6. 6 Fifi
    Maret 30, 2010 pukul 3:01 pm

    ceritanya kena bgt d hati, tanpa sadar mata ini jd berkaca2 bacanya…so sweet.

  7. 7 eris6811
    April 18, 2010 pukul 10:10 pm

    Terharu… Ya Allah.. terima kasih Engkau berikan suami yang terbaik bagiku, semoga kami tetap bersatu… Amin…

  8. Juni 4, 2010 pukul 10:18 am

    ceritanya asli g neh..?

  9. 9 NARA
    Juni 6, 2010 pukul 1:24 pm

    cemnya cerita fiksi ni,hehe tapi romantiz lah,

  10. 10 Willy
    Juli 4, 2010 pukul 7:52 am

    Tuhna memberkatimu Saudara hebatku……..
    Saya seorang pria yg sdh beristri baru sekitar setahun ini…
    Ceritamu membuat say menitikkan air mata ketika membaca kalimat ” Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua…”…….
    Terlalu mudah utk dibaca, dicerna dan dipahami tapi sungguh sulit utk melakukannya apalagu untuk tetap bertahan pd suasana seperti waktu2 awal menikah….

    Salam. WT

  11. 11 Willy
    Juli 4, 2010 pukul 7:53 am

    Semoga Allah Bapa memberkatimu Saudara hebatku……..
    Saya seorang pria yg sdh beristri baru sekitar setahun ini…
    Ceritamu membuat saya menitikkan air mata ketika membaca kalimat ” Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua…”…….
    Terlalu mudah utk dibaca, dicerna dan dipahami tapi sungguh sulit utk melakukannya apalagu untuk tetap bertahan pd suasana seperti waktu2 awal menikah….

    Salam. WT

  12. 12 Risky
    September 17, 2010 pukul 10:42 am

    Cerita ini cukup menggugah hati saya, saya yang memiliki rasa jenuh terhadap istri, jadi tersadarkan, ya benar bukan karena aku tidak mencintainya lagi, tapi rutinitas…membuat cinta saya terhadap istri terbelenggu???!!!

  13. 13 malming martanegara
    September 27, 2010 pukul 1:24 pm

    Cerita ini sangat …. menusuk …. dan tepat dijantung … saya
    wahai suami – suami yang pernah sejenak melupakan ISTRI …. KEMBALI LAH ..
    And ….

    I love U …. beib … till death do as part

  14. 14 Yohanes Hutabalian
    Oktober 1, 2010 pukul 10:08 pm

    hizk hizk
    so sweet ceritanya : )
    kren

  15. 15 'zie
    Oktober 25, 2010 pukul 11:50 am

    Ingin dibopong olehnx setiap pagi sampai tua….:-)

  16. November 18, 2010 pukul 2:50 pm

    critanya bgussh . .
    beruntung batal cerai , aku brarti bkn org yg bruntung mndapatkan suami setia smpai tua .. dan harus pisah pada usia anak ku yg baru 2bulan ..

  17. 17 Wiftang
    Februari 10, 2011 pukul 9:18 am

    …..ya sang istri pun sabar..bukan suatu kebetulan istri dapat ide seperti itu…kuat dan tetap mengerjakan yang terbaik….jadi memotivasi untuk jadi istri yang lebih baik lagi.

  18. Maret 16, 2011 pukul 1:35 pm

    masya allahh,,, begitu sabarnya seorang istri, tiada kata yang ter ucap selain haru,sedih dan senang, apalagi pas aku baca ” aku akan membopongmu setiap pagi sampai tua” Tak terasa air mata ini jatuh seketika, sosowetttt……..

  19. Agustus 27, 2011 pukul 10:55 am

    lumayan,, gak sedih2 amatt,,,

  20. Oktober 10, 2011 pukul 12:37 pm

    subhanallah. terharu bgt baca ceritany… so sweeet.. love u my husband..

  21. 21 gina
    Oktober 13, 2011 pukul 2:06 pm

    hiks… berkaca kaca deh mata… sekaligus bikin introspeksi diri,, aku baru 2 tahun menikah dan punya 1 anak.. tp aku merasa sdh tdk bisa merawat diri dgn baik.. gaya tidurku.. baju tidurku.. duh,gk enak dilihat.. bangun tidur jg selalu repot urus anak krn aku jg harus berangkat kerja pagi2.. takut juga suami bakal jenuh dan gak selera lagi sama istrinya,,, hiks..hiks.. semoga aku masih bisa selalu mesra dengan suami… aku coba perbaiki diri deh,,, thanks ceritanya,,, (jadi ada ide minta gendong ma suami malam ini,,,, hahahaha)

  22. 22 poedji
    Oktober 24, 2011 pukul 12:11 am

    SANGAT BAGUS>>>>>

    jadi pelajaran buat kita semua, bahwa istri adalah orang yang selalu menemani suami dalam keadaan apapun. jadi jagalah dan sayangilah dengan sepenuh hati. thanks buat untuk ceritanya.

  23. 23 budi cosmo
    November 1, 2011 pukul 8:26 pm

    mmmm mantap jadi inspirasi

  24. 24 Riani Ambarita
    November 29, 2011 pukul 6:52 am

    Kisah yg indah n mmbuat saya benar2 tersentuh

  25. 26 Evelin
    Desember 24, 2011 pukul 11:19 pm

    So sweet…. AQ ampe nangis… :(

  26. 27 putri
    Februari 22, 2012 pukul 11:41 pm

    so sweet…
    aq suka bgt ceritany…
    patut d contoh… ;-)

  27. 29 Syarah bastiah mustofa
    Februari 29, 2012 pukul 8:11 pm

    Mengharukann..

  28. 30 nia
    April 3, 2012 pukul 9:28 pm

    cerita ini menyentuh hatku
    sehingga membuatku menangis,,

  29. 31 baysifa
    Agustus 1, 2012 pukul 11:09 am

    izin copy ya…

  30. 32 BULURAH
    Agustus 29, 2012 pukul 2:20 pm

    ata cerai dari suami.
    perjuangan seorang istri,bisa menata hati di saat terucap k

  31. 33 eka surya saputri
    Desember 15, 2012 pukul 1:39 am

    :'( no jomeb
    semoga rumah tanggaku diberkahi allah.. amin

  32. Januari 22, 2013 pukul 12:01 pm

    Jgn kita melihat asli atau g cerita ini tp makna yg terkandung di dlm cerita ini, biarlah kita minta Roh Kudus utk memberi hikmat dr cerita ini dlm klrg kita terutama buat klrg yg kasih sayang dan ke mesraan suami-istri itu sdh hambar bhkan hilang dr kehidupan rumah tangganya, supaya kasih yg mula-mula itu hadir kembali di dlm klrg kt shg dlm mnjalani hidup berumah tangga akan ada kasih mesra yg akan mmberi kebahagiaan dan sukacita yg luar biasa.Amin. NB:Penuh berkat dr cerita yg luar biasa ini

  33. 35 stan lee
    Februari 7, 2013 pukul 4:05 pm

    i wish that i was that silly husband+


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 252,341 pengunjung

Kategori

http://www.4shared.com/folder/oqQSrcaJ/_online.html

berdoalah terus sampai sesuatu/mujizat terjadi

jadilah orang benar, jadilah menurut kehendakmu sesuai dengan imanmu

THANK YOU LORD FOR ALL YOU’VE GIVEN TO ME, Thank you Lord FOR ALL THE BLESSING THAT I CANNOT SEE

Thx sudah mampir.. :)..Gbu..


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: